Kampung Pecinan di Semarang Intip Kuliner Malamnya yang Lezat

Siapa yang tidak suka berwisata kuliner ? indonesia sendiri memiliki wisata kuliner yang tak terhitung jumlahnya. Orang Indonesia kebanyakan cenderung lebih menyukai masakan dengan cita rasa yang pedas dan beraroma tajam, rasanya kurang nikmat jika makan tidak ada rasa pedasnya. Masyarakat Indonesia juga menyukai hidangan dengan bahan dasay yang kaya akan rempah-rempahan. Untuk itu masyrakat kita juga gemar menyantap makanan dari Negara lain di Asia seperi nasi lemang dari Malaysia atau sejenis chineese food. Berbicara tentang chineese food ada banyak kampung pecinan yang terkenal di Indonesia, salah satunya adalah kampung pecinan di Semarang. Jika kamu sedang berkunjung ke Semarang sayang sekali jika tidak menyempatkan waktu untuk berwisata kuliner di pecinan Semarang. Waktu yang tepat untuk melancong disini adalah pada malam hari. Suasana kota Semarang yang ramai akan membuat kulineranmu tampak lebih hidup. Kompleks pecinan sekarang sudah dijadikan destinasi wisata oleh pemkot Semarang, selain wisata kuliner banyak wisata sejarah yang bisa kamu dapatkan disini. Saat ini selain menjadi pemukiman warga etnis Tionghoa, pecinan juga menjadi salah sajtu pusat kegiatan ekonomi warga Semarang. Kamu bisa menemukan beberapa pasar kecil di pecinan, walaupun skala kecil pasar di sini lengkap dan serba ada. Nah untuk kamu yang kebetulan sedang singgah di Semarang dan tertarik untuk berwisata malam di sana tidak ada salahnya mencoba kulineran chineese food yang dijamin tidak akan mengecewakan. Wisata kuliner yang bisa kamu kunjungi di sini adalah pasar malam semawis. Saat kamu tiba disini pemandangan yang terlihat akan cukup kontraas, kamu akan disuguhkan suasana khas dari pecinan kuno dengan jajanan makanannya yang berderet di sepanjang jalan. Di sini kamu bisa menemukan berbagai olahan makanan dari jajanan pasar atau cemilan seperti takoyaki, telur gulung, dessert manis ala china, bakpao, soto ayam dan masih banyak lagi. Namun karena ini adalah kampung pecinan kamu yang beragama muslim juga perlu berhati-hati karena banyak olahan babi seperti babgi goreng dengan nasi Hainan, sate babi dan daging non halal yang tidak boleh dimakan. Jangan malu untuk bertanya jika dirasa kamu ragu dengan tempat makan tersebut. Suasana di sini benar-benar seperti kota China sungguhan. Selagi makan, kita bisa melihat warga setempat karoke ria dengan sanak keluarganya menyanyikan lagu lagu mandarin. Walaupun mereka berjualan mereka akan tetap membuka pintu dan jendela rumahnya, pertanda mereka terbuka pula bagi warga dari etnis lain. tak hanya makanan saja disini juga banyak sajian wedang hangat yang bisa memulihkan staminamu segar kembali, seperti kembang tahu, wedang uwoh, wedang ronde, dan masih banyak lagi. Untuk bisa menikmati hidangan hangat tersebut kamu hanya cukup merogeh kocek dari 8 ribu sampai 15 ribu saja, murah meriah sekali untuk hiburan sepanjang malammu di Semarang. Jika ingin mampir kesini datanglah setelah pukul 6 sore. Para pedagang biasanya sudah bersiap di jam-jam tersebut, jadi tidak perlu menunggu lama lagi karena datang kecepetan. Berwisata ke kampung pecinan tidak hanya akan membuatmu senang dan kenyang karena aneka ragam sajian street foodnya, tapi juga memberikan mu pelajaran betapa pentingnya rasa saling toleransi antar sesame agar tetap tercipta kerukunan dan rasa tenggang rasa antara sesame warga Negara Indonesia. Perbedaan sejarah nenek moyang tidak harus menjadikan kita berbeda dalam hidup bermasyarakat.

Isabella

Posted by Isabella

Traveler, Students

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *